Profil Lulusan SMK Plus Pagelaran
Sumber : https://tracervokasi.kemendikdasmen.go.id/satpen/dashboard
Download Hasil Tracer Study 2025
1. Gambaran Umum Lulusan
Lulusan SMK Plus Pagelaran adalah tenaga kerja tingkat menengah yang memiliki keseimbangan kompetensi antara hardskill teknologi dan mindset wirausaha. Berdasarkan data rekam jejak alumni (tracer study), lulusan memiliki karakteristik SIAP KERJA dengan waktu tunggu yang sangat singkat dan kemampuan yang diakui standar upah industri.
2. Profil Kompetensi Keahlian (Berdasarkan Jurusan & Mitra)
A. Jurusan Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG)
Lulusan kompetensi ini dicetak untuk menjadi tenaga profesional di bidang teknologi informasi dengan standar industri kreatif.
• Profil Profesi: Junior Programmer, Game Developer, Software Tester, dan IT Support.
• Mitra Industri Strategis: PT Inovindo Digital Media (Bandung).
• Keunggulan: Memiliki kemampuan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri pengembangan perangkat lunak modern.
B. Jurusan Bisnis Digital
Lulusan ini disiapkan untuk menjadi ahli manajemen bisnis di era 4.0, menggabungkan kemampuan manajemen ritel modern dan strategi marketplace.
• Profil Profesi:
• E-Commerce Specialist / Admin Marketplace.
• Digital Marketer & Social Media Officer.
• Staf Ritel Modern & Pramuniaga Profesional.
• Wirausaha Toko Online (Technopreneur).
• Mitra Industri Strategis:
1. PT Griya Pratama (Yomart): Fokus pada manajemen ritel fisik, manajemen stok, dan pelayanan pelanggan.
2. Shopee Indonesia: Fokus pada manajemen marketplace, pemasaran digital, dan analisis data penjualan online (Mitra Baru).
• Keunggulan Kompetitif: Lulusan tidak hanya paham cara menjaga toko fisik, tetapi juga ahli mengelola toko online di platform e-commerce terbesar.
3. Kualitas & Daya Saing Lulusan (Berdasarkan Data Faktual)
Profil lulusan SMK Plus Pagelaran didukung oleh bukti data tracer study yang menunjukkan keunggulan kompetitif sebagai berikut:
a. Tingkat Keterserapan Tinggi (Konsep BMW) Mayoritas lulusan langsung terserap di dunia produktif.

• 62.1% Bekerja: Sebagian besar lulusan langsung direkrut oleh dunia kerja.
• 20.7% Berwirausaha: Lulusan memiliki mental mandiri untuk menciptakan lapangan kerja sendiri, angka ini cukup tinggi untuk ukuran SMK.
• 13.8% Melanjutkan Studi: Lulusan memiliki bekal akademis yang cukup untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.
b. Masa Tunggu Kerja Sangat Singkat (Agility) Lulusan SMK Plus Pagelaran sangat responsif terhadap pasar kerja.
• < 1 Tahun: Berdasarkan data sampel, lulusan mendapatkan pekerjaan dalam waktu kurang dari atau sama dengan 1 tahun. Tidak ada lulusan yang menganggur lebih dari 1 tahun dalam data tersebut.
c. Kompetensi Terstandarisasi & Dihargai Layak Kualitas lulusan diakui secara profesional dan finansial.
• 100% Bersertifikat Kompetensi: Seluruh lulusan yang bekerja dengan gaji layak tercatat memiliki sertifikat kompetensi, membuktikan bahwa sertifikasi berkorelasi langsung dengan kesejahteraan.
• Upah Sesuai/Di Atas UMP: 100% lulusan yang terlacak mendapatkan upah minimal setara atau di atas Upah Minimum Provinsi (UMP).
d. Relevansi Tinggi (Link and Match) Kurikulum yang diajarkan sangat sesuai dengan kebutuhan industri.
• Tingkat keselarasan bekerja mencapai angka dominan (23 Selaras berbanding 3 Tidak Selaras), menunjukkan bahwa lulusan bekerja pada bidang yang linier dengan jurusan yang dipelajari di sekolah.
4. Rekam Jejak Kualitas Lulusan (Data Tracer Study)
Kerjasama dengan mitra besar (Yomart, Shopee, Inovindo) didukung oleh bukti kualitas lulusan saat ini:
• Tingkat Keterserapan Tinggi: 62.1% lulusan langsung bekerja dan 20.7% berwirausaha. Adanya Shopee Indonesia diprediksi akan semakin meningkatkan angka wirausaha digital ini di masa depan3.
• Kecepatan Mendapat Kerja: Lulusan memiliki masa tunggu < 1 tahun, membuktikan skill yang diajarkan sangat dibutuhkan pasar4.
• Pengakuan Industri: 100% lulusan yang terlacak bekerja mendapatkan upah setara atau di atas UMP, dan 100% memiliki sertifikat kompetensi5.
• Relevansi Kurikulum: Mayoritas lulusan bekerja selaras dengan jurusannya (23 Selaras vs 3 Tidak Selaras), menunjukkan materi dari mitra industri benar-benar terpakai di dunia kerja